.
Latihan Soal
Materi Literasi Bahasa Indonesia (LBI)
"Memahami Sastra Indonesia"
.
Soal No. 1
(1) Gambut terdiri dari dedaunan busuk dan bahan organik lainnya yang seharusnya selalu basah. (2) Sayangnya, kerusakan lahan akibat perkebunan, pertambangan, ataupun kebakaran mengeringkan banyak kawasan gambut kita. (3) Oleh karena itu, upaya penanganan dan pencegahan dampak kebakaran harus fokus pada pemantauan kebasahan gambut. (4) Gambut yang kurang basah, apalagi gersang harus segera diguyur air habis-habisan.
(5) Badan Restorasi Gambut dan Mangrove harus memadukan standar kebasahan ini dengan satelit ataupun pemeriksaan lapangan besar-besaran. (6) Di beberapa daerah seperti Kalimantan Tengah, standar ini seharusnya bisa lebih becek lagi, sekitar 5 cm di bawah permukaan gambut. (7) Pemerintah memiliki standar kebasahan berupa tinggi muka air paling rendah 40 cm di bawah permukaan gambut.
(8) Pemantauan bisa melibatkan perguruan tinggi, warga sekitar, hingga polisi dan tentara. (9) Pemantauan juga harus dilakukan oleh perusahaan yang mengelola lahan gambut. (10) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus semakin rajin mengendalikan kewajiban mereka menjaga kualitas lahan gambut.
Pembahasan Soal No.1 🚀
Opsi jawaban yang paling tepat untuk mencerminkan opini penulis dalam teks di atas adalah B. Menyarankan pemantauan kebasahan lahan gambut agar tidak terbakar.
Penulis teks tersebut fokus pada pentingnya menjaga kebasahan lahan gambut sebagai langkah utama dalam pencegahan kebakaran. Penulis menekankan perlunya pemantauan terhadap tingkat kelembapan gambut, baik melalui teknologi satelit maupun pemeriksaan lapangan, untuk memastikan bahwa lahan tetap basah. Ini tercermin dari kalimat yang menyatakan bahwa gambut yang kering harus segera diguyur air dan upaya pemantauan harus dilakukan oleh berbagai pihak seperti lembaga pemerintah, masyarakat lokal, dan perusahaan yang mengelola lahan gambut. Keseluruhan teks menyoroti kebutuhan akan sistem pemantauan yang efektif untuk menghindari kebakaran gambut.
Soal No. 2
Pembahasan Soal No.2 🚀
Opsi jawaban yang paling tepat adalah A. Tidak perlu diurutkan kembali.
Kalimat di paragraf kedua sudah tersusun secara logis dan koheren. Kalimat (5) memperkenalkan peran Badan Restorasi Gambut dan Mangrove dalam menggabungkan standar kelembaban dengan teknologi satelit dan pemeriksaan lapangan. Kalimat (6) memberikan contoh spesifik mengenai bagaimana standar ini bisa diterapkan lebih ketat di lokasi seperti Kalimantan Tengah. Kalimat (7) menjabarkan standar kelembaban yang sudah ditetapkan pemerintah. Kalimat (8) membahas tentang keterlibatan berbagai pihak dalam pemantauan kelembaban gambut, yang melengkapi informasi sebelumnya dengan menunjukkan siapa yang bisa terlibat. Urutan ini memastikan bahwa pembaca mendapatkan pemahaman yang progresif dan mendalam mengenai pengaturan dan pelaksanaan pemantauan kelembaban gambut.
Soal No. 3
Apa yang dimaksud dengan "kesadaran sosial" dalam konteks penggunaan media sosial menurut teks?
Pembahasan Soal No.3 🚀
Pernyataan yang TIDAK SESUAI dengan teks di atas adalah E. Gambut yang berada di kawasan basah tidak mudah terbakar.
Dalam teks tersebut, tidak ada pernyataan spesifik yang menyatakan bahwa gambut yang berada di kawasan basah tidak mudah terbakar. Meskipun ini mungkin merupakan implikasi dari penekanan pada pentingnya kelembaban untuk pencegahan kebakaran, teks tersebut secara langsung tidak menyatakan hal tersebut sebagai fakta. Sebaliknya, teks itu fokus pada pentingnya pemantauan kelembaban sebagai cara untuk menghindari kebakaran, bukan mengklaim bahwa gambut di kawasan basah secara otomatis aman dari kebakaran.
Soal No. 4
Pembahasan Soal No.4 🚀
Menurut bacaan, faktor yang mempengaruhi kualitas lahan gambut adalah: A. Tingkat kebasahan lahan gambut.
Teks tersebut menekankan pentingnya menjaga kelembapan atau kebasahan lahan gambut sebagai faktor utama dalam memastikan kualitas dan keamanan gambut, terutama dalam konteks pencegahan kebakaran. Karena itu, tingkat kebasahan lahan gambut secara langsung disebut sebagai faktor yang mempengaruhi kualitas lahan gambut.
Soal No. 5
Meningkatkan kualitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari orang tua dan masyarakat. Upaya untuk mempromosikan pendidikan berkualitas dapat dilakukan dengan meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses belajar mengajar serta memperkaya sumber belajar dengan materi yang variatif dan menantang.
Perubahan pendekatan seperti ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, yang merupakan faktor penting dalam mencapai pendidikan yang berkualitas.
Pembahasan Soal No.5 🚀
Judul yang paling tepat untuk teks di atas adalah B. Upaya Mengurangi Kebakaran di Lahan Gambut.
Teks tersebut fokus pada pentingnya menjaga kelembapan lahan gambut sebagai cara utama untuk mengurangi risiko kebakaran. Judul ini mencakup inti dari teks tersebut yang menekankan pencegahan kebakaran melalui pemantauan kebasahan lahan gambut dan pengaturan oleh berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga, dan masyarakat.
Soal No. 6
Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah menggodok Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras baru menjelang panen raya. HPP gabah kering panen (GKP) saat ini, yakni Rp4.200 per kg, dinilai sudah tidak relevan lagi. Pengkajian ini dilakukan bersama para pemangku kepentingan perberasan nasional untuk menentukan besaran HPP yang akan menjadi patokan harga dalam menyerap gabah petani. Dari regulator, pengusaha, hingga petani memberi masukan soal harga baru gabah dan beras. “Kami menganalisis setiap opsi, terutama terkait dampak -nya apabila opsi A, B, dan seterusnya diterapkan, bagaimana dampaknya terhadap inflasi, kesejahteraan petani, serta daya beli masyarakat,” kata Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dikutip dari Antara . Menurutnya, setiap presentasi menyampaikan usulan besaran HPP GKP berdasarkan hasil perhitungan Struktur Ongkos Usaha Tani (SOUT).
Kementerian Pertanian (Kementan) merekomendasikan HPP berada di kisaran Rp4.800-Rp5.100 per kg dan BRIN merekomendasikan harga GKP di kisaran Rp4.850-Rp5.000 per kg. Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) menawarkan HPP GKP Rp5.700 per kg, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menawarkan Rp5.550 per kg dan Serikat Petani Indonesia (SPI) menawarkan harga Rp5.600 per kg. Sementara itu, Aliansi Petani Indonesia (API) mengusulkan Rp5.800 per kg dan Penggerak Pembangunan Masyarakat Desa (Gerbangmassa) mengusulkan Rp5.375 per kg, lalu Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengusulkan Rp5.400 per kg.
Arief menjelaskan semua usulan akan diterima dan ditampung terlebih dahulu, setelah dijelaskan selanjutnya akan dibawa ke tingkat pertemuan yang lebih tinggi. Dalam penetapannya nanti, pemerintah mempertimbangkan berbagai hal secara menyeluruh, baik dari sisi petani, pelaku usaha penggilingan, konsumen, pengendalian inflasi, dan lainnya.
Pembahasan Soal No.6 🚀
Judul yang paling tepat untuk teks di atas adalah E. "Penentuan Harga Gabah dan Beras Sedang Digodok Pemerintah."
Teks tersebut secara umum membahas tentang proses yang sedang dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) baru untuk gabah dan beras. Proses ini melibatkan pengkajian dan penerimaan usulan dari berbagai pihak seperti Kementerian, asosiasi, dan kelompok tani, sebelum membawa usulan ke pertemuan yang lebih tinggi untuk penetapan harga. Judul ini mencakup keseluruhan kegiatan yang dijelaskan dalam teks dan menekankan pada proses penggodokan yang sedang berlangsung.
Soal No. 7
Pembahasan Soal No.7 🚀
Pernyataan yang tidak sesuai dengan teks di atas adalah D. "Kesejahteraan petani menjadi faktor utama penentuan HPP gabah kering panen."
Dalam teks, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyebutkan bahwa dalam menetapkan HPP gabah kering panen (GKP), pemerintah menganalisis berbagai opsi yang berkaitan dengan dampaknya terhadap inflasi, kesejahteraan petani, serta daya beli masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan petani adalah salah satu dari beberapa faktor yang dipertimbangkan, bukan faktor utama. Pernyataan tersebut tidak mencerminkan bahwa kesejahteraan petani adalah fokus utama, melainkan hanya bagian dari pertimbangan yang lebih luas.
Soal No. 8
Dalam penetapannya nanti, pemerintah mempertimbangkan berbagai hal secara menyeluruh, baik dari sisi petani, pelaku usaha penggilingan, konsumen, pengendalian inflasi, dan lainnya.
Pembahasan Soal No.8 🚀
Kalimat penjelas yang paling sesuai untuk pernyataan tersebut adalah B. "Keterlibatan banyak pihak dalam penentuan harga dapat mencapai keadilan."
Ini menjelaskan bahwa pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek dan pandangan dari berbagai kelompok terkait, termasuk petani, pelaku usaha penggilingan, dan konsumen, serta faktor lain seperti pengendalian inflasi. Keterlibatan ini menunjukkan upaya untuk mencapai keadilan dan keseimbangan dalam penetapan harga yang memenuhi kebutuhan dan kepentingan berbagai pihak, sejalan dengan proses menyeluruh yang dijelaskan dalam pernyataan tersebut.
Soal No. 9
Pembahasan Soal No.9 🚀
Dalam konteks paragraf pertama, kata "menggodok" digunakan untuk menggambarkan proses persiapan atau perencanaan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras baru oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Kata ini secara umum bermakna mempersiapkan atau merencanakan sesuatu dengan teliti. Oleh karena itu, pilihan yang paling tepat untuk makna kata "menggodok" dalam konteks ini adalah: E. merencanakan
Soal No. 10
Pembahasan No 10 🚀
Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat kembali data dari teks:
- Kementerian Pertanian (Kementan) merekomendasikan HPP di kisaran Rp4.800-Rp5.100 per kg.
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merekomendasikan HPP di kisaran Rp4.850-Rp5.000 per kg.
- Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) menawarkan HPP Rp5.700 per kg.
- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menawarkan Rp5.550 per kg.
- Serikat Petani Indonesia (SPI) menawarkan harga Rp5.600 per kg.
- Aliansi Petani Indonesia (API) mengusulkan Rp5.800 per kg.
- Penggerak Pembangunan Masyarakat Desa (Gerbangmassa) mengusulkan Rp5.375 per kg.
- Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengusulkan Rp5.400 per kg.
Dari informasi ini:
- Pernyataan A salah karena usulan HPP dari Kementan dan BRIN tidak sama.
- Pernyataan B benar karena usulan HPP dari AB2TI (Rp5.700 per kg) memang yang paling tinggi di antara semua usulan yang disebutkan.
- Pernyataan C salah karena usulan HPP API (Rp5.800 per kg) dan SPI (Rp5.600 per kg) berbeda Rp200, bukan Rp100.
- Pernyataan D salah karena usulan HPP KTNA (Rp5.400 per kg) tidak lebih rendah dari HKTI (Rp5.550 per kg).
- Pernyataan E salah karena usulan HPP Gerbangmassa (Rp5.375 per kg) tidak paling rendah; usulan dari Kementan dan BRIN lebih rendah.
Jadi, pernyataan yang benar adalah: B. Usulan HPP AB2TI paling tinggi di antara yang lainnya.
.